Tips Aman Berkendara di Tengah Kepungan Kabut Asap

Tidak ada komentar
Saat ini, beberapa kota besar di Indonesia tengah dikepung kabut asap. Kabut asap yang dipercaya bersumber dari pembakaran hutan di wilayah Sumatera Selatan dan Jambi ini menjadikan aktivitas warga setempat terganggu. Bapak Presiden Jokowi sampai meminta 4 negara untuk membantu menanggulangi bencana ini. Selain mengganggu kenyamanan pejalan kaki, kabut asap tersebut juga mengganggu kenyamanan dan keamanan berkendara.

penyebab kabut asap


Untuk pengendara mobil, Anda pun dituntut untuk terus berhati-hati. Pasalnya, kabut asap dapat memperpendek, bahkan menutupi jarak pandang. Lalu, bagaimana solusinya? Berikut ini terdapat beberapa tips yang dapat Anda lakukan saat berkendara di tengah kepungan kabut asap.

Nyalakan Lampu Depan dan Lampu Kabut

Menurut informasi dari Mobil123.com, sebaiknya Anda menyalakan lampu depan dan lampu kabut saat berkendara di tengah kepungan kabut asap, keberadaan lampu depan dan lampu kabut pada kendaraan sangatlah membantu.

Kabut asap tidak hanya dapat memperpendek jarak pandang pengendara saja, namun meningkatkan potensi blind spot, yang memungkinkan terjadinya kecelakaan.

Untuk itu, pengendara mobil harus memperhatikan bahwa lampu tersebut harus selalu dalam kondisi menyala. Lampu depan dan lampu kabut tidak hanya berfungsi sebagai alat penerangan saja, melainkan sebagai sinyal untuk berkomunikasi dengan para pejalan kaki dan pengendara lain.

Jaga Kecepatan Konstan

Saat berkendara, usahakan Anda berada dalam kecepatan sekitar 20 kilometer per jam, dari kondisi normal. Hal ini bertujuan agar dapat memperkirakan potensi bahaya yang tertutup kabut asap secara hati-hati. Dengan demikian, jika Anda harus mengambil tindakan menghindar, maka Anda dapat melakukannya dengan cara yang aman.

Selain itu, usahakan untuk berada dalam satu jalur dan tidak menginjak garis putih yang menjadi pembatas jalur.

Jaga Jarak

Usahakan pula bahwa kendaraan Anda memiliki jarak cukup dari mobil lain yang berada di depan. Menjaga jarak 5 detik dirasa cukup, untuk tujuan memberikan waktu saat pengendara mengerem secara mendadak dan merespon kejadian spontan. Kemudian, Anda pun harus menghindari gerakan tiba-tiba saat berkendara.

Perhatikan Perputaran Udara

Saat kendaraan melaju, pastikan bahwa jendela mobil telah tertutup dengan rapat. Kemudian, aktifkan AC dengan sirkulasi putaran udara dari dalam interior, agar mata dan pernafasan pengendara atau penumpang tidak terganggu akibat asap dari luar.

Aktifkan Pemanas Kaca

Perbedaan suhu di luar dan di dalam kabin dapat mengakibatkan uap air menempel di kaca. Hal ini memungkinkan pandangan kabur dan merusak konsentrasi pengendara. Oleh sebab itu, aktifkan pula sistem pemanas dan penyapu kaca untuk menghilangkan uap air.

Konsentrasi

Konsentrasi tinggi sangatlah dibutuhkan, terlebih saat berkendara dalam kondisi kabut asap. Agar konsentrasi pengendara tetap baik, maka kecilkan volume audio, agar pengemudi terus waspada selama perjalanan.

Memarkir Kendaraan Jauh dari Ruas Jalan

Jika Anda diharuskan berhenti, maka carilah lahan parkir yang letaknya cukup jauh dari ruas jalan. Lebih baik jika Anda tidak berhenti sama sekali, karena terdapat kemungkinan bahwa kendaraan Anda dapat tertabrak dari belakang.

Proaktif

Saat kondisi jalanan terkena kabut asap, pengemudi harus bersifat proaktif, mempunyai rasa toleransi yang besar terhadap pengguna jalan lain. Selalu jaga jarak aman, persiapkan diri Anda pada segala kondisi, dan utamakan keselamatan pengemudi, penumpang dan pengguna jalan lain.

Berkendara di tengah kepungan asap memang dirasa cukup berisiko, maka mengetahui tips yang tepat dapat menjaga kenyamanan dan keamanan berkendara Anda.

Tips-tips di atas sebaiknya Anda lakukan saat berkendara di tengah kepungan kabut asap. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda dan tetaplah waspada saat berkendara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tanggapan dan sanggahan dari yang menyimak.

artikel populer