Dari Kota Pahlawan, Sekarang Jadi Kota Startup ! Surabaya

Tidak ada komentar

Surabaya adalah ibu kota jawa timur, salah satu kota terbesar di Indonesia dengan tidak kurang dari 3.2 juta penduduk. Banyak orang berpikir jakarta adalah yang terbesar kota, padahal jakarta adalah provinsi bukan kota. Sejak dipimpin Wali Kota Ibu Tri Rismaharini, diakui sebagai salah satu dari 2015 Fortune 's 50 dunia dan pemimpin besar adalah 2 nd runner up 2015 World's best walikota.

Ibu Tri Rismaharini
Menjabat Sedjak September 2010
Surabaya telah muncul sebagai salah satu yang paling bersemangat tech ecosystems di Indonesia, selain jakarta, Bandung dan jogjakarta. Hal ini didukung oleh tokoh masyarakat yang kuat & ingin terus memperkuat pondasi dari Ekosistem.

Ini adalah rumah dari banyak universitas top, termasuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Surabaya, Universitas Airlangga, Universitas Ciputra, Universitas Petra. Muda berbakat enthuastic adalah di mana-mana, mereka membangun berarti startups dengan tujuan yang besar.

Kategori Startup Gaul dan Kekinian

Startup Kepedean

Startup jenis ini mempunyai kepercayaan diri tinggi, mereka berani menyodorkan selembar kertas dengan corat coret konsep, lalu ditawarkan kepada investor dengan harga miliaran. Founder jenis ini menggunakan dalil, ide itu mahal harganya bro.

Startup Pemalu

Startup jenis ini sibuk mencari cara agar idenya tidak diketahui orang. Mereka paranoid sekali jika idenya tahu tahu di 'dicuri' oleh calon investor, atau bahkan oleh teman mereka sendiri. Mungkin foundernya punya masa kecil yang menyeramkan, sehingga malu malu bahkan takut mengungkapkan gagasan dan idenya. Founder jenis ini menggunakan dalil, banyak calon investor seringkali hanya mencari cari ide bagus saja.

Startup Playboy

Menurut startup jenis ini, investor adalah segalanya. Dikit dikit ngomongnya funding dan funding. Mereka sibuk mencari seribu cara untuk 'merayu' investor, bergerilya dari investor satu ke investor lainya. God Luck bro !

Startup Mbois

Startup jenis menggunakan aliran super perfeksionis, semunya harus sempurna, Sibuk develop tapi nggak pernah launching.

Startup Egois

Startup jenis ini seringkali mengabaikan 'pendapat rakyat', asumsi mereka, apa yang ada di otak pasti diterima oleh market. Proses validasi seringkali di abaikan. Founder startup jenis ini tidak cocok untuk menjadi wakil rakyat.

sumber : facebook.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tanggapan dan sanggahan dari yang menyimak.

artikel populer