Perbedaan Bakso Sapi yang Sehat dan yang Tidak Sehat

Tidak ada komentar
Siapa yang tak kenal dengan bakso? Makanan ini merupakan makanan sejuta umat. Tidak sulit menemukan warung atau rumah makan dan restoran yang menjual makanan ini. Bahkan jika dulu kita hanya mengenal bola daging sapi kenyal dengan kuah kaldu, bihun, mi kuning, sawi, seledri, taoge dan bawang goreng, kini sudah banyak sekali jenis dan keunikan namanya. Bahkan bahan-bahan dasarnya juga sudah bervariasi, ada yang diisi dengan telur puyuh, telur ayam, daging tetelan, sambal hingga keju. Dengan tujuan agar orang tidak bosan makan makanan legendaris ini. Dengan beraneka ragam isi dan bahan tambahan, menjadikan makanan ini primadona di Indonesia.

bakso beranak bogor


Makanan ini terbuat dari campuran daging giling, tepung tapioca dan bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, merica dan garam yang dibentuk menyerupai bola-bola. Bola daging ini juga biasa dikenal dengan sebutan “meatball”. Bahkan bola daging ini juga tidak hanya bisa kita buat dari daging sapi namun juga daging ayam, udang, cumi, ikan hingga kepiting. Namun yang perlu kita waspadai adalah sekarang banyak sekali pedagang yang ingin mengambil keuntungan dengan cara yang kurang baik dengan memakai bahan-bahan kimia berbahaya. Mungkin secara kasat mata, akan sangat sulit membedakan mana “bola-bola daging” yang sehat dan mana yang tidak sehat (mengandung borax atau formalin). Berikut ini adalah ciri fisik “bola-bola daging” yang tidak sehat dan harus Anda hindari:

Warna Bakso

Jika bakso tersebut mengandung borax atau formalin, warnanya agak terang hampir menyerupai karet (agak kekuningan) sedangkan yang tidak mengandung borax atau formalin, warnanya cenderung lebih gelap. Anda harus memiliki kejelian mata untuk melihatnya.

Bau atau aroma Bakso

Jika yang mengandung formalin atau borax, baunya akan menyengat dan seperti bahan kimia. Namun jika yang tidak mengandung formalin atau borax, bau daging yang khas seperti amis dan agak langu akan tercium dari jarak dekat.

Kekenyalan Bakso

Kemudian, jika “bola-bola daging” tersebut mengandung borax atau formalin akan terasa seperti bola karet, kenyal dan tidak mudah pecah, berbeda dengan yang tidak mengandung kedua bahan tersebut, biasanya akan pecah saat ditekan kuat-kuat dan namun teksturnya empuk.

Daya pantul

Cara ini bisa dilakukan jika Anda membeli yang sudah dikemas dalam plastik yang ada di pasar atau supermarket. Coba banting atau jatuhkan di lantai. Jika memantul beberapa kali seperti bola karet atau bola bekel itu berarti mengandung borax dan formalin. Namun jika tidak mengandung borax atau formalin biasanya akan memantul sekali lalu menggelinding.

Rasa dan serat Bakso

Dari segi rasa dan seratnya, kita juga akan menemukan manakah yang sehat atau yang tidak sehat. Jika rasanya sedikit pahit dan meninggalkan rasa aneh di mulut, maka jangan dikonsumsi lagi, bisa jadi itu mengandung borax atau formalin. Namun jika dimakan, rasa yang tertinggal adalah rasa daging yang kuat dan sedikit berminyak, maka bisa dipastikan itu terbuat dari daging sapi asli. Begitu pula dengan seratnya, jika terbuat dari daging asli bebas formalin atau borax saat dibelah dan maka akan terlihat serat-serat dagingnya. Cara lain yang lebih praktis adalah dengan membawa tusuk gigi dan kunyit, caranya adalah dengan setelah tusuk gigi ditancapkan ke kunyit, tancapkan tusuk gigi tersebut pada bakso, jika berubah menjadi merah berarti itu mengandung bahan kimia berbahaya seperti borax atau formalin.

Artikel Terkait :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tanggapan dan sanggahan dari yang menyimak.

artikel populer